Peradaban Kuno Lembah Indus

ditulis oleh Marhento Witolo

Cikal bakal Peradaban Sindhu

Gelombang migrasi pertama berkisar 14.000 tahun yang lalu menuju anak benua India. Mereka sedemikian traumanya terhadap banjir di Paparan Sunda sehingga mereka terus bergerak ke utara sampai dihadang sungai besar bagaikan laut, Indus yang megah, atau Sindhu.

Sebetulnya juga sindhu dalam bahasa Sansakerta berarti “laut”. Sungai besar ini merupakan gabungan dari Sungai Sengge dan Gar yang berhulu di Himalaya Tibet mengalir melalui India dan Pakistan, bermuara di Laut Arab.

Rombongan para filsuf, ahli kitab, dan pemikir tersebut memilih satu tempat aman di pinggir sungai dan menamakan sungai itu Saraswati untuk merayakan Dewi pembimbing mereka, Dewi Ilmu Pengetahuan, Seni dan Musik.

Di pinggir Sindhu Saraswati mereka merenungkan apa yang mereka bawa yang merupakan warisan kuno nenek moyang mereka, yang kemudian warisan ini semakin diperkaya dengan inspirasi-inspirasi segar. Jauh di kemudian hari, sejumlah besar ilmu pengetahuan, seni dan musik ini kemudian disistematisasi oleh Begawan Vyasa dalam Kisah Mahabharata, yang juga dikenal sebagai Kitab-kitab Weda (Kebijaksanaan Utama).

Jadi sebetulnya, yang mengawali Peradaban Lembah Indus, atau Sindhu adalah orang-orang Tatar Sunda, dimana reruntuhannya di Mohen-jo-Daro, Pakistan, dan beberapa tempat di India masih sedang diteliti oleh arkeolog dan antropolog dari seluruh dunia. ( Wisdom of Sundaland by Anand Krishna)

Reruntuhan Mohen-jo-Daro

Peninggalan yang ditemukan pada tahun 1921 oleh Alexander Cunningham diindikasi bahwa Peradaban Mohen-jo-Daro telah ada sejak 4000 tahun yang lalu. Diperkirakan 2600 – 1900 BC.

Dari hasil temuan ada sesuatu yang menakjubkan. Para arkeolog tidak menemukan satupun bangunan yang memberikan tanda bahwa bangunan tersebut merupakan tempat untuk ritual agama atau keyakinan/kepercayaan tertentu.

Hal lain adalah bahwa reruntuhan yang ada tidak membuktikan adanya suatu kerajaan. Artinya bahwa masyarakat saat itu hidup dalam suatu tingkatan yang sama. Mungkin ada seorang yang dituakan karena dianggap bijak. Bijak dalam arti adalah mereka yang sudah bebas dari kegelisahan diri karena nafsu duniawi. Merekalah yang sudah bias selaras dengan sifat alam semesta. Mereka juga sadar bahwa hidup manusia bergantung pada alam.

Inilah sebabnya pada reruntuhan Peradaban Shindu bangunan di Mohen-Jo-Daro ditemukan kanal lebar untuk pembuangan air membuktikan bahwa mereka sadar bahwa dari alam kembali kea lam. Dan tidak ada genangan yang membuktikan bahwa mereka sadar akan bahaya genangan terhadap kesehatan.

Hidup bertani

Selain itu adanya saluran air yang digunakan untuk keperluan irigasi atau persawahan membuktikan bahwa mereka hidup dari bercocok tanam. Mereka ingat akan kehidupan leluhurnya di Tanah Sunda, yaitu bertani. Kita ingat bahwa Tanah Sunda adalah tanah yang dikelilingi oleh gunung berapi dan subur untuk pertanian. Tidak mungkin suatu bangsa melupakan cara atau kehidupan sehari-hari dalam hal mencukupi kebutuhan untuk makan.

Oleh karena itulah, di daerah reruntuhan peradaban kuno ini tidak ditemukan senjata. Ini bukti bahwa mereka hidup dengan aman dan damai selaras dengan alam. Mereka menemukan suatu area yang tepat untuk hidup sebagaimana di tanah leluhur mereka, daerah untuk pertanian. Dengan adanya daerah seperti ini, mereka bias memenuhi kebutuhan untuk hidup. Ingat, kebutuhan untuk hidup. Penekanannya adalah bahwa makan untuk hidup. Bukan hidup untuk makan. Apa maknanya?

Sadar akan tujuan kelahiran

Mereka sadar akan tujuan kelahiran. Evolusi kesadaranlah tujuan hidup manusia di dunia. Apa buktinya?

Ini dibuktikan bahwa banyak para bijak atau mistis atau sufi besar yang lahir di daerah tersebut. Mereka sadar akan hubungan alam dengan manusia. Sadar bahwa tujuan kelahiran adalah untuk memanusiakan diri. Sadar bahwa manusia adalah percikan Sang Maha Jiwa. Ini terbukti banyak karya para sufi besar yang menunjukkan cintanya pada Sang Khalik. Bahkan mereka dapat mengekspresikan dengan bebas bukti kecintaan atau kasihnya pada Sang Maha Hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s